oleh

Spesifikasi Panser Anoa yang Mau Diborong Tentara Malaysia

-OTOMOTIF-0 views

panjirakyat.net – Jakarta – Panser Anoa buatan PT Pindad dikabarkan mengikut tender modernisasi pengadaan 400 kendaraan lapis baja 6×6 untuk Angkatan Darat Malaysia. Produsen alat tempur seperti NSS (Turki), General Dynamic Land System (Kanada), dan Hyundai Rotem (Korea Selatan) akan menjadi pesaing PT Pindad. Nah, seperti apa keunggulan dari panser buatan Bandung ini?

Panser Anoa sudah akrab menjadi alutsista di Indonesia. Bahkan Anoa juga sudah menjadi bagian dalam misi perdamaian PBB. Alat tempur ini memiliki keunggulan dalam mobilitas, proteksi, serta daya angkut.


Anoa 6×6 APC (Armoured Personnel Carrier) merupakan generasi pertama yang dibuat oleh PT Pindad. Adapun jenis panser Anoa lain yang disesuaikan dengan kebutuhan di antaranya Anoa 6×6 Mortar, Anoa 6×6 Command, Anoa 6×6 Amphibious, Anoa 6×6 Recovery, Anoa 6×6 Logistics, dan Anoa 6×6 Ambulance.

Melirik kemampuan mobilitas tipe Anoa 6×6 APC, panser tempur memiliki rasio daya berat 25 HP/ton. Panser Anoa memiliki dimensi panjang 6.000 mm, lebar 2.500 mm, dan tinggi 2.170 mm dengan wheelbase 1.510 mm. Sementara daya angkutnya bisa membawa 12 penumpang, termasuk satu orang pengemudi.


Berlanjut ke area dapur pacu, Anoa 6×6 APC dibekali mesin diesel turbo intercooler 6 silinder segaris yang di atas kertas bisa memuntahkan tenaga 320 hp di 2.300 rpm.

Kendaraan lapis baja Anoa milk TNI berjaga di kawasan perdagangan Glodok, Selasa (13/10). Panser disiagakan jelang aksi unjuk rasa menolak omnibus law Cipta kerja.

2 SUV Baru dari Amerika Serikat Mendarat di RI, Harganya Mengejutkan

Honda rangkum penjualan 8.234 mobil pada Juli, Brio terlaris

Meski memiliki bobot kosong 12.500 kilogram, Anoa APC bisa mencapai kecepatan tertinggi 80 km/jam pada jalan raya dengan daya jelajah 600 kilometer. Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi otomatis ZF 6HP502S 6-percepatan.


Panser Anoa APC juga memiliki kemampuan jelajah offroad dengan kecepatan maksimal 40 km/jam. Ketangguhan alat tempur buatan PT Pindad ini juga bisa mengarungi air dengan kedalaman maksimal 1 meter. Dengan tangki bahan bakar 200 liter, Panser Anoa bisa menjelajah sejauh 600 km.

Lebih kerennya lagi jika melirik Anoa 6×6 Amphibious, kendaraan ini mampu melakukan manuver baik di darat maupun permukaan air.


Saat beroperasi di air, Anoa Amphibious dapat mencapai top speed 10 km/jam. Pada varian ini, kapasitas tangki bahan bakar dinaikkan menjadi 260 liter. Sebagai kendaraan amfibi, Anoa 6×6 Amphibious dilengkapi dengan water propeller, swimming drive system dan sistem hidrolik untuk pendorongnya.

Anoa 6×6 APC merupakan kendaraan lapis baja yang dibekali body protection berupa Monocoque Armoured Steel serta terdapat kaca antipeluru.


Panser Anoa juga dibekali sistem persenjataan seperti Smoke Grenade Dischargers: cal. 66 mm (3 kiri, 3 kanan) dan Turret Manual (dapat dioperasikan 360 derajat).

Dikutip dari Asia Business Daily via Utusan, Angkatan Darat Malaysia berencana menggantikan kendaraan lapis baja yang digunakan sejak 1981. Saat ini tentara Malaysia mengoperasikan Sibmas 6×6 buatan Belgia dan Condor 4×4 buatan Jerman.


Kementerian Pertahanan juga menetapkan syarat utama bahwa produk harus diproduksi di dalam negeri Malaysia untuk upaya transfer teknologi tinggi (ToT) dan pasokan suku cadang.

Berdasarkan penawaran saat ini, perusahaan Turki saat ini menjadi kandidat yang paling kuat untuk memenangi tender tersebut. Pasalnya sebelumnya mereka telah menjalin kerja sama dengan mitra lokalnya, DRB-Hicom Defense Technologies Sdn. Bhd.


Usaha patungan tersebut memungkinkan anak perusahaan raksasa otomotif tersebut untuk memproduksi 257 kendaraan lapis baja amfibi multi-fungsi, PARS 8×8 yang diberi merek AV8 Gempita.

Disebutkan juga bahwa pesaing terdekat Turki dalam proyek ini adalah PT Pindad yang bakal menawarkan Anoa 6×6 model TNI Angkatan Darat, dengan versi Malaysia yang dikenal dengan nama Rimau.


Sementara Kanada diharapkan menawarkan model baru LAV 6×6 dan Korea Selatan dengan mobil lapis baja K806 6×6 yang juga digunakan oleh militer negara itu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed